LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Thursday, 3 November 2011

Apa itu Satelite dan Pengertian

PENGERTIAN SATELIT
Satelit Komunikasi adalah sebuah satelit buatan yang ditempatkan di angkasa dengan tujuan telekomunikasi. Satelit komunikasi modern menggunakan orbitgeosynchronous, orbitMolniya atau orbit Bumi rendah. .
Alokasi Frekuensi untuk Layanan Satelit
Pengalokasian frekuensi untuk layanan satelit adalah proses yang sangat kompleks yang membutuhkan koordinasi dan perencanaan tingkat internasional. Hal ini dilakukan dibawah pengawasan International Communication Union (ITU). Dalam hal perencanaan frekuensi ini (frequency planning), dunia dibagi menjadi 3, yaitu:
- Kawasan 1: Eropa, Afrika, Rusia (dulu masih Soviet) dan Mongolia
- Kawasan 2: Amerika Utara dan Selatan, Greenland
- Kawasan 3: Asia (diluar daerah 1), Australia dan Pasifik Barat Daya
Dalam setiap kawasan, frekuensi dialokasikan untuk berbagai macam layanan satelit, walaupun frekuensi tersebut dipakai untuk layanan yang berbeda di kawasan lain. Beberapa layanan satelit adalah sebagai berikut:
a.Fixed Satellite Service (FSS)
FSS menyediakan link untuk jaringan telepon dan juga untuk pentransmisian sinyal televisi ke perusahaan tv kabel, untuk kemudian didistribusikan melalui jaringan kabel. Contoh FSS: DTH (Direct To Home), akses internet, video conferencing, satelit new gathering (SNG), frame relay,  Digital Audio broadcasting (DAB). Keunggulannya yaitu, tidak tergantung  pada jarak, dapat menyediakan layanan untuk cakupan semua wilayah.
b. Broadcasting Satellite Service (BSS)
BSS diperuntukkan untuk broadcast langsung ke rumah-rumah
masyarakat sehingga sering juga disebut DBS (Direct Broadcast Satellite)
c.Mobile Satellite Service
Mobile satellite service melayani komunikasi bergerak baik di daratan,
laut maupun udara.
d. Navigational Satellite Service
Navigational satellite servicemelayan i global positioning system(G PS).
e.Meteorological Satellite Service
Meteorological service melayani riset dan layanan penyelamatan (rescue). Ku band banyak dipakai untuk layanandir ect  broadcastdan fixed satellitetertentu. C band digunakan untuk fixed satellite  dan tidak diperbolehkan dipakai untuk direct broadcast. VHF band digunakan untuk layanan mobile dan navigational tertentu dan juga untuk data transfer dari satelit cuaca. L band untuk layanan mobile dan navigational. Untuk layanan fixed di band C,subrange yang paling banyak digunakan adalah 4–6 GHz. Frekuensi yang lebih tinggi hampir pasti dipakai untukuplink menuju satelit, alasannya akan diungkapkan pada bab selanjutnya.
Para praktisi sering menyebut C band sebagai 6/4 GHz, frekuensiuplink
disebutkan terlebih dahulu. Untuk layanan direct broadcast pada Ku band,
subrange yang paling banyak dipakai adalah 12–14 GHz, yang sering disebut  sebagai 14/12 GHz. Walaupun penetapan frekuensi dibuat sepresisi mungkin, contohnya Ku band adalah 14.030 dan 11.730 MHz, tetapi pemakaian nilai seperti dikemukakan diatas dalam perhitungan dapat dilakukan dengan hasil yang cukup baik.
Keunggulan dari penggunaan komunikasi satelit diantaranya:
1.Cakupan yang luas, satu Negara, region, ataupun satu benua
2. Bandwidth yang tersedia cukup lebar
3. Independen dan infrastuktur terrestial
4. Instalasi jaringan segmen Bumi yang sangat cepat
5. Biaya relatif rendah per site
6. Karakteristik layanan yang seragam
7. Layanan total hanya dari satu provider
8. Layanan mobile/wireless yang independen terhadap lokasi
Kelemahan Komunikasi satelit diantaranya:1. Delay propagasi besar
2. Rentan terhadap pengaruh atmosfir
3. Up Front Cost tinggi, contoh untuk satelit GEO: Spacecraft, Ground Segment & Launch = US $ 200juta, Asuransi: $ 50 juta
CARA KERJA SISTEM SATELIT

Cara kerja bagaimana satellite bisa digunakan dalam berbagai macam sistem komunikasi.
banyak aplikasi yang dapat digunakan menggunakan jasa komunikasi satellite diantaranya :
1. komunikasi data
2. voice
3. video conference
4. VPN (Virtual Private Network)
satellite hanya media transmisi jadi apaun bisa di kirimkan lewat sistem ini.
Sistem komunikasi satellite terdiri dari dua komponen utama, yaitu :
A. Ground Segment
Ground segment adalah komponen yang berada di bumi. atau letaknya berada di bumi. contohnya yaitu HUB,VSAT (Very Small Aperture terminal) pokoknya yang model nya berbentuk parabola.
B. Space Segment
Space segment adalah komponen yang berada di luar angkasa. ada yang tau apa…. Jelas yaitu SATELLITE.
Satellite bergerak sesuai dengan orbit yang telah ditentukan. ada beberapa type satellite yaitu LEO,GEO,NEO. yang sering dipakai di indonesia yaitu GEO ( Geosynchronous Earth Orbit) satellite ini berotasi searah putaran bumi.
Macam-macam frekungsi yang digunakan :C-Band ( 4-6 GHz)
Ku-Band (12-18 GHz)
K-Band ( 18-27 GHz)
Ka-Band (27-40 GHz)
Cara kerja komunikasi satellite :
PRINSIP KERJA SISTEM KOMUNIKASI SATELIT

Prinsip dasar komunikasi satelit adalah sistem komunikasi radio dengan satelit sabagai stasiun pengulang. Konfigurasi suatu sistem komunikasi satelit terbagi atas dua bagian, yaitu: ruas
bumi (ground segment) dan ruas angkasa (space segment). Ruas bumi terdiri dari beberapa
stasiun bumi yang berfungsi sebagai stasiun bumi pengirim dan stasiun bumi penerima,
sedangkan ruas angkasa berupa satelit yang menerima sinyal yang dipancarkan dari stasiun
bumi pengirim, kemudian memperkuatnya dan mengirimkan sinyal tersebut ke stasiun bumi
penerima.
ada sistem komunikasi satelit yang menggunakan orbit geosinkron, jarak yang harus ditempuh
sangat jauh, yaitu sekitar 36.000 km. Hal ini menyebabkan redaman lintasan menjadi sangat
besar, sehingga level daya terima sangat lemah. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan
peralatan yang mempunyai kehandalan tinggi, baik dari segmen angkasa maupun segmen
bumi.
Sesuai dengan ketinggian orbitnya, sistem komunikasi satelit bergerak terdiri dari tiga
jenis orbit, yaitu:
a. LEO (Low Earth Orbit) pada ketinggian 500 km sampai dengan 2.000 km.
b. MEO (Medium Earth Orbit) pada ketinggian 5.000 km sampai dengan 20.000 km.
c. GEO (Geosynchronous Earth Orbit) pada ketinggian 35.786 km.
Link Komunikasi Satelit

Dalam link komunikasi satelit terdapat dua lintasan utama, yaitu uplink dan downlink. Uplink
merupakan lintasan dari stasiun bumi ke satelit, sedangkan downlink merupakan lintasan dari
satelit ke stasiun bumi. Untuk hubungan link komunikasi dapat dilakukan melalui beberapa
konfigurasi, yaitu: hubungan point-to-point, point-to-multipoint, multipoint-to-poit, dan
multipoint-to-multipoint. Dalam sistem komunikasi satelit, untuk uplink biasa digunakan
konfigurasi multipoint-to-point, sedangkan untuk downlink biasanya menggunakan konfigurasi
point-to-multipoint (broadcast).
Hubungan dalam komunikasi satelit dapat dikelompokkan dalam tiga bagian yaitu:
a. Uplink, yaitu hubungan dari stasiun bumi ke satelit.
b. Downlink, yaitu hubungan dari satelit ke stasiun bumi.
c. Inter Satellite Link (ISL), yaitu lintasan full duplex antara dua satelit.
Parameter Link Sistem Komunikasi Satelit
Parameter link sistem komunikasi satelit terdiri dari penguatan antena, EIRP, redaman ruang
bebas, kerapatan fluks daya, daya sinyal pembawa dan derau. Dengan parameter ini,
persyaratan teknik yang harus dipenuhi oleh sistem dapat ditentukan, yang pada akhirnya
dapat diperoleh rancangan sistem dengan kualitas sinyal sesuai dengan yang diharapkan.
Parameter-parameter yang diperlukan dalam perhitungan link dapat dilihat dari gambar

Penguatan Antena

Penguatan antenna adalah perbandingan daya yang dipancarkan (diterima) dalam tiap satuan luas
pada arah tertentu oleh suatu antena dengan daya yang dipancarkan (diterima) dalam luas yang
sama dengan menggunakan antena isotropic jika keduanya diberi daya yang sama. Dalam
komunikasi satelit, jenis antena yang biasa digunakan untuk satelit adalah antena parabola
Daya Pancar Isotropis Efektif (EIRP)
EIRP (Equivalent Isotropic Radiated Power) merupakan parameter yang menunjukkan nilai
efektif daya yang dipancarkan dari antena yang memiliki penguatan sendiri
Redaman Ruang Bebas fs L (FSL)
Redaman ruang bebas atau FSL (Free Space Loss) dipengaruhi oleh jarak stasiun bumi ke satelit
dan besarnya frekuensi karier yang digunakan dalam transmisi radio.
Kerapatan Fluks Daya
Pada arah pancar juga dikenal kerapatan fluks daya (power flux density) dalam satuan 2 watt/m
Daya Sinyal Pembawa
Daya sinyal pembawa (carrier) sering juga disebut sebagai Receive Signal Level atau RSL. Daya
sinyal pembawa ada dua macam, yaitu daya sinyal pembawa arah uplink dan daya sinyal
pembawa arah downlink. Daya sinyal pembawa arah uplink adalah daya yang diterimma satelit
dari stasiun bumi pemancar setelah mengalami redaman ruang bebas arah uplink, rugi-rugi
tambahan dan penguatan di satelit. Sedangkan daya sinyal pembawa arah downlink adalah daya
yang diterima stasiun bumi penerima yang berasal dari daya pancar satelit setelah mengalami
redaman ruang bebas arah downlink, rugi-rugi tambahan dan penguatan antenna stasiun bumi
penerima. Secara umum persamaan matematisnya dapat dituliskan sebagai berikut
Daya Derau
Derau merupakan sinyal pengganggu yang bercampur dengan sinyal informasi sehingga
menyulitkan penerima untuk mendapatkan informasi asli yang dikirimkan. Derau ini akan sangat
merugikan jika spektrumnya berada dalam cakupan spectrum sinyal berguna (spektrum sinyal
yang digunakan). Model derau yang paling banyak digunakan adalah derau putih (white noise)
yaitu derau yang spektrumnya selebar spektrum sinyal berinformasi B dengan kepadatan daya
spektral No yang konstan. Temperatur derau antena tergantung dari beberapa aspek, seperti: pola
penguatan antena, temperatur langit (ruang bebas), ekivalen temperatur derau atmosfir, serta
temperatur derau dari matahari
Pada komunikasi satelit, karena jarak yang sangat jauh, maka sinyal yang diterima pada user
maupun di satelit akan melemah. Sehingga untuk memenuhi persyaratan C/N yang ditentukan,
maka dibutuhkan receiver dengan noise thermal sekecil mungkin. Umumnya noise thermal untuk
satelit adalah sekitar 450 ± 600 K
Bit Error Rate (BER)
Besarnya BER tergantung pada besarnya Eb/No sistem, dimana Eb/Nomerupakan perbandingan
antara energi bit dengan rapat daya derau pada keluaran demodulator. Energi bit tiap informasi
didefinisikan sebagai energi yang terakumulasi pada penerima dari penerimaan power carrier (C)
selama interval waktu yang setara dengan waktu yang diperlukan untuk menerima bit informasi
Hubungan antara Eb/No dan BER tergantung pada tipe modulasi dan Forward Error Correction
(FEC) yang digunakan pada sistem.


artikel dipetik dari http://materiunik.wordpress.com

0 comments:

Post a Comment